ACEH JAYA – Ketahanan pangan tidak berhenti pada proses produksi di sawah, tetapi juga membutuhkan kelancaran tahapan setelah panen hingga hasil pertanian siap dimanfaatkan masyarakat. Hal itu menjadi perhatian Babinsa Koramil 06/Teunom dan Pos Ramil Pasi Raya, Sertu T. Herman dan Kopka Farid Wajidi, saat membantu Samsuar menggiling padi di kilang padi miliknya di Desa Tanoh Anoe, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya, Senin (24/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Swadaya Pangan (Swapang) sekaligus bentuk pendampingan Babinsa terhadap aktivitas pertanian masyarakat. Dengan turun langsung membantu proses penggilingan, personel TNI turut mendukung kelancaran tahapan pengolahan hasil pertanian yang menjadi bagian penting dalam rantai pangan masyarakat.
“Pendampingan seperti ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat. Kami berupaya membantu agar aktivitas pengolahan hasil pertanian dapat berjalan lancar sekaligus mendukung ketahanan pangan di wilayah,” ujar Sertu T. Herman.
Penggilingan padi memiliki peran penting dalam mengubah hasil panen menjadi beras yang dapat dikonsumsi. Karena itu, keberadaan kilang padi di tengah masyarakat menjadi salah satu mata rantai yang mendukung keberlanjutan aktivitas pangan dari tingkat petani hingga konsumen.
Kehadiran Babinsa pada proses tersebut juga memperlihatkan bahwa pendampingan pertanian dilakukan secara menyeluruh. Peran aparat kewilayahan tidak hanya berada di lahan ketika petani melakukan penanaman atau perawatan tanaman, tetapi juga dapat hadir dalam tahapan pengolahan hasil panen sesuai kebutuhan masyarakat.
Bagi petani, dukungan terhadap proses pascapanen dapat membantu menjaga kelancaran aktivitas sekaligus memperkuat hubungan antara aparat teritorial dengan masyarakat. Interaksi melalui kegiatan bersama juga membuka ruang komunikasi mengenai kondisi pertanian dan berbagai kebutuhan warga di wilayah binaan.
Dalam perspektif ketahanan nasional, ketahanan pangan merupakan bagian penting dari ketahanan wilayah. Kemampuan suatu daerah menjaga produksi, pengolahan, dan ketersediaan bahan pangan akan berpengaruh terhadap stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat. Karena itu, dukungan terhadap sektor pertanian perlu dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai unsur.
Kegiatan Sertu T. Herman dan Kopka Farid Wajidi bersama Samsuar menunjukkan bahwa pendekatan tersebut dapat dimulai dari aktivitas sederhana di tingkat desa. Kehadiran Babinsa secara langsung membantu membangun semangat gotong royong sekaligus menumbuhkan kepedulian bersama terhadap keberlangsungan sektor pertanian.
Pendampingan juga menjadi bagian dari pembinaan teritorial yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan memahami aktivitas warga secara langsung, Babinsa dapat mengetahui dinamika kehidupan di wilayah binaannya sekaligus menjaga komunikasi tetap terjalin dengan baik.
Swadaya Pangan yang dilakukan di Desa Tanoh Anoe pada akhirnya bukan hanya tentang membantu menggiling padi. Kegiatan tersebut memperlihatkan keterlibatan TNI dalam mendukung mata rantai pertanian sekaligus memperkuat hubungan sosial dengan masyarakat.
Melalui pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, sektor pertanian diharapkan semakin mendapat dukungan dari berbagai pihak. Dari proses produksi hingga pengolahan hasil panen, setiap tahapan memiliki kontribusi terhadap terciptanya ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan di Kabupaten Aceh Jaya.(0114).






