BONE – Dalam kegiatan Program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 1407/Bone yang terus menunjukkan progres, personel Satgas TMMD bersama warga memusatkan pekerjaan pada pembongkaran bangunan lama sekaligus pembuatan pondasi rumah milik Sofyan di Desa Patukku, Kecamatan Bontocani.
Tahapan tersebut menjadi langkah awal yang sangat menentukan dalam proses pembangunan rumah. Dengan bekerja secara bergotong royong, personel TNI dan masyarakat saling berbagi tugas agar pembongkaran berjalan aman, sementara pondasi baru disiapkan sesuai ukuran yang telah ditentukan sehingga bangunan nantinya memiliki konstruksi yang kuat.
Kehadiran Satgas TMMD tidak hanya mempercepat pengerjaan sasaran fisik tambahan, tetapi juga membangkitkan semangat kebersamaan masyarakat. Kolaborasi yang terjalin selama pekerjaan berlangsung menjadi bukti bahwa pembangunan desa dapat diwujudkan melalui sinergi antara TNI dan warga, Jumat (17/7).
Rehabilitasi RTLH merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Rumah yang sebelumnya dinilai kurang layak huni akan dibangun kembali agar memberikan rasa aman, nyaman, sekaligus mendukung kesehatan penghuninya.
Pemilik rumah, Sofyan, mengaku tidak mampu menyembunyikan rasa harunya melihat rumahnya mulai dibongkar untuk dibangun kembali. Menurutnya, bantuan melalui program TMMD menjadi harapan besar bagi keluarganya untuk memiliki tempat tinggal yang lebih layak.
“Saya benar-benar bersyukur. Selama ini kami hanya bisa berharap suatu saat rumah ini diperbaiki. Sekarang harapan itu menjadi kenyataan berkat kepedulian Satgas TMMD dan warga yang bekerja tanpa mengenal lelah. Semoga seluruh personel selalu diberi kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas,” ungkap Sofyan.
Melalui program TMMD Ke-129, Kodim 1407/Bone terus menghadirkan pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Selain menghasilkan infrastruktur yang bermanfaat, kegiatan tersebut juga memperkuat nilai gotong royong yang telah lama menjadi identitas masyarakat pedesaan.(Red/Ap).






