ACEH JAYA – Menanamkan rasa cinta tanah air tidak harus menunggu anak-anak beranjak dewasa. Nilai persatuan, kedisiplinan dan kepedulian terhadap lingkungan justru dapat diperkenalkan sejak mereka berada di bangku sekolah dasar. Pesan tersebut disampaikan Babinsa Koramil 01/Jaya Kodim 0114/Aceh Jaya, Praka Muh Arsyad, saat memberikan materi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada siswa-siswi sekolah dasar di Desa Meunasah Weh, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, Kamis (27/8/2026).
Di hadapan para siswa, Praka Muh Arsyad mengajak mereka memahami arti sederhana dari mencintai Indonesia. Tidak sebatas mengenal simbol negara, cinta tanah air dapat ditunjukkan melalui kebiasaan sehari-hari, seperti menghargai teman, menaati aturan sekolah dan menjaga lingkungan.
“Kalau ingin menjadi anak Indonesia yang baik, mulainya dari hal-hal sederhana. Hormati guru dan orang tua, jangan membeda-bedakan teman, disiplin dan jaga kebersihan sekolah,” pesan Praka Muh Arsyad kepada para siswa.
Materi Wasbang juga diarahkan pada pentingnya menjaga kerukunan. Para siswa didorong untuk membangun hubungan yang baik dengan teman meskipun memiliki perbedaan karakter maupun latar belakang. Sikap saling menghargai menjadi salah satu dasar yang penting dalam menjaga persatuan.
Lingkungan sekolah menjadi tempat yang strategis untuk mengenalkan nilai tersebut. Setiap hari siswa bertemu dan belajar bersama sehingga kebiasaan bekerja sama, mematuhi tata tertib serta menghormati orang lain dapat terbentuk melalui pengalaman mereka sendiri.
Praka Muh Arsyad juga mengingatkan bahwa kedisiplinan bukan sekadar kewajiban mengikuti aturan. Datang tepat waktu, mengikuti pelajaran dengan tertib dan menghargai guru merupakan latihan untuk membangun tanggung jawab yang akan berguna ketika siswa memasuki tahap pendidikan dan kehidupan yang lebih luas.
Pesan mengenai kebersihan turut menjadi bagian dari pembekalan. Siswa diajak memahami bahwa menjaga lingkungan sekolah merupakan tanggung jawab bersama. Kebiasaan sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga fasilitas sekolah dapat mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan.
Pembinaan karakter pada usia sekolah memiliki arti penting bagi ketahanan sosial dalam jangka panjang. Generasi muda yang terbiasa hidup dalam suasana tertib, menghargai perbedaan dan memahami pentingnya persatuan akan memiliki modal sosial untuk menghadapi lingkungan masyarakat yang semakin beragam.
Bagi Babinsa, kegiatan Wasbang di sekolah juga menjadi bagian dari pembinaan teritorial. Pendekatan kepada generasi muda dilakukan dengan cara yang dekat dengan kehidupan mereka, sehingga nilai kebangsaan tidak hanya menjadi materi yang didengar, tetapi dapat diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari.
“Persatuan itu dimulai dari bagaimana kita memperlakukan teman. Jangan mengejek, jangan mencari masalah dan biasakan saling membantu,” lanjutnya saat berinteraksi dengan siswa.
Pembekalan tersebut diharapkan memberi pemahaman bahwa menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia bukan hanya tanggung jawab orang dewasa. Anak-anak pun dapat mengambil bagian melalui sikap disiplin, menghormati orang lain, menjaga kerukunan dan peduli terhadap lingkungan.
Kegiatan Wasbang di Desa Meunasah Weh menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap pembentukan karakter generasi muda di wilayah Aceh Jaya. Nilai yang ditanamkan sejak sekolah dasar diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan yang terbawa hingga mereka dewasa, sehingga lahir generasi yang memiliki rasa cinta tanah air sekaligus mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman.(0114).






